Share

Sejarah Nasi Kebuli

Nasi kebuli adalah hidangan nasi berbumbu yang bercitarasa gurih yang ditemukan di Indonesia. Nasi ini dimasak bersama kaldu daging kambing, susu kambing, dan minyak samin, disajikan dengan daging kambing goreng dan kadang ditaburi dengan irisan kurma atau kismis. Hidangan ini populer di kalangan warga Betawi di Jakarta dan warga keturunan Arab di Indonesia.[1] Nasi kebuli menunjukan pengaruh budaya Arab Timur Tengah, tepatnya tradisi Arab Yaman. Nasi ini mirip dengan nasi Biryani.Dalam kebudayaan Betawi, nasi kebuli biasanya disajikan dalam perayaan keagamaan Islam, seperti lebaran, kurban, atau maulid. Nasi kebuli juga populer di kawasan kota yang banyak terdapat warga keturunan Arab, seperti Surabaya dan Gresik. (https://id.wikipedia.org/wiki/Nasi_kebuli)

Saat mengembara di Afganistan beberapa tahun lalu, hiburan tiap hari saya adalah menyantap nasi kebuli. Namanya Kabuli Palaw, di sini menyebutnya nasi kebuli. Senampan besar kabuli palaw dengan lauk kambing atau ayam, selalu terhidang di atas tikar bisa meluruhkan segala kesusahan hari itu.

Setiap hari, inilah makanan yang disajikan. Namun, herannya, saya tak pernah bosan memakannya. Mungkin karena ada banyak variasi yang membuat kita bisa merasakan rasa yang berbeda setiap kali menyantapnya.

Kabuli berasal dari kata Kabul, ibukota Afganistan. Ini memang makanan khas Afganistan Utara. Di negara-negara Arab seperti Saudi, makanan ini dikenal sebagai Ruz Bukhari (Nasi Bukhari). Dinamai demikian karena semua orang Asia Tengah (negara-negara yang namanya diakhiri dengan “tan”) oleh orang Arab masa lalu disebut Bukhari, atau orang Bukhara. Meski, sebenarnya, Bukhara adanya di Uzbekistan. Mungkin karena orang Asia Tengah mirip-mirip, hingga disebut demikian.

Arminius Vambery, seorang pengelana dari Hungaria yang mempelajari bangsa Tartar (kelompok etnis Turki yang tersebar di Asia Tengah) menyebut masakan ini dalam bukunya, Sketches of Central Asia (1868) yang berisi catatan budaya dari negara-negara yang diceritakannya dalam buku Travels in Central Asia. Vambery dengan detail menceritakan apa itu Kabuli Palaw atau dia singkat menjadi Palau.

Dalam sejarah, ini adalah makanan para raja. Zahir-udin Muhammad Babur–pendiri dinasti Moghul–adalah salah satu penikmat Palaw. Penguasa yang mengalahkan Timur Lenk ini lahir di Uzbekistan pada 1483. Selain ahli perang, Babur adalah seorang sufi dan penyair. Salah satu bukunya yang terkenal adalah Baburama. “Early sections of his Baburnama really sound like a consumer guide to the fruit markets of Central Asia,” tulis Fabrizio Foschini, analis Afganistan pada 2011.

Dalam buku itu dia mengeluhkan kondisi kuliner di India yang tak sebaik di Asia Tengah. “Tak ada daging segar, anggur, melon, dan makanan yang enak di pasar,” tulisnya. Maklum, di Asia Tengah, termasuk di Afganistan, dia dimanjakan oleh makanan yang segar dan lezat.

Kabuli memang menuntut bahan makanan yang premium: beras basmati yang panjang (long grain), daging kambing muda yang mudah lepas dari tulang, kacang-kacangan kelas satu, dan kismis dari anggur terbaik.

Kabuli Pulaw adalah gabungan nikmat dari rasa masam dan manis. Rasa manis yang samar dan wortel goreng yang crunchy, kismis yang manis-asam menambah complexity dari nasi yang sedikit gurih dan daging yang juicy. Itu belum cukup karena ada kejutan dari tekstur buah badam (almond), pistachio, dan kacang mede.

Dan anehnya, meski Afganistan saat itu sedang berperang, semua bahan-bahan tersebut hadir di dalam nampan. Tidak terasa ada krisis dalam senampan Kabuli.Dan hiburan saya segera datang, menyantap nasi kebuli.

(Artikel Dari : https://blog.tempo.co/read/1154884/mengenal-sejarah-nasi-kebuli)

Simple Order
Order cepat tanpa ribet langsung melalui form whatsapp.
Fast Respons
Kami siap melayani dan merespons order Anda dengan cepat.
Quality Products
Kami hanya menjual produk yang benar benar bermutu dan berkualitas.
Temukan kami di :

Pembayaran

Pengiriman

Alamat

Jl. Pendidikan X No. 47B
Kavling IKIP Duren Sawit
Jakarta Timur 13440
Email : dapur.mahira@gmail.com
Hubungi Kami

Keranjang Belanja

×

Ups, Belum ada barang di keranjang belanja Anda.

Belanja Sekarang !

Form Bantuan Whatsapp!

×